Destinasi wisata populer di Tanjungpinang

  • March 12, 2020

Liburan ke Kota Tanjungpinang ialah ekspedisi yang bakal komplet. Bunda kota Kepulauan Riau ini menawarkan lumayan banyak wisata alam sampai budaya yang istimewa. Paduan antara alam, tradisi Melayu serta Tionghoa.

Menghabiskan akhir minggu ataupun long weekend di Tanjungpinang? Jangan takut! Bunda kota Kepulauan Riau ini bakal berikan pengalaman yang istimewa. Tanjungounang menawarkan lumayan banyak wisata alam sampai budaya yang luar biasa, paduan antara alam, tradisi Melayu serta Tionghoa. Dimana kita mesti mulai? Ayo berangkat…

Tepi laut Trikora

Destinasi awal ini merupakan tempat wisata yang sangat populer di provinsi Kepulauan Riau. Walaupun letaknya tidak masuk dalam daerah kota Tanjungpinang tetapi tepi laut ini layak buat didatangi sebab masih terletak satu pulau dengan ibukota provinsi ini ialah di Pulau Bintan. Merupakan tepi laut Trikora yang terletak di desa Malang Rapat, kecamatan Gunung Kijang, kabupaten Bintan. Jaraknya dari kota Tanjungpinang dekat 45 kilometer serta dapat ditempuh sepanjang kurang lebih satu separuh jam.

Danau Biru Bintan

Danau Biru Bintan begitulah istilah dari danau buatan di zona pertambangan pasir di Pulau Bintan. Danau ini menunjukkan genangan air yang bercorak biru seperti Danau Kaolin di Bangka ataupun apalagi semacam Blue Lagoon di Iceland.

Danau Biru ini dapat traveler jumpai dengan berkendara dari Tanjungpinang sepanjang kurang lebih 20- 30 menit. Terdapat 2 rute yang dapat diambil awal melalui jalan mengarah Tepi laut Trikora serta yang kedua mengambil jalur mengarah arah Kijang/ Lapangan terbang. Tidak butuh membayar tiket masuk ke tempat ini karena Danau Biru Bintan bukan tempat wisata komersil melainkan zona tambang pasir yang sampai saat ini masih aktif.

Vihara Seribu wajah

Luangkan buat mendatangi Vihara Ksitigarbha Bodhisattva yang terletak di perbatasan sebelah barat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Vihara ini jadi tempat ibadah sekalian tujuan wisata religi yang dibentuk pada tahun 2010. Bagaikan tujuan wisata, vihara ini memiliki arsitektur yang memesona seperti bangunan di Cina dan ada“ Arca 1000 Wajah” yang menarik atensi.

Masjid Raya Sultan Riau

Selagi mendatangi Pulau Penyengat sempatkan waktu buat berkunjung serta beribadah di Masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini tercatat bagaikan salah satu yang tertua di Indonesia sekalian jadi saksi bisu sejarah kesultanan Islam di tanah Melayu.

Masjid Raya Sultan Riau sudah tercatat bagaikan web cagar budaya pemerintah Indonesia. Masjid yang didominasi corak hijau serta kuning ini mempunyai keunikan dalam perihal arsitekturnya. Secara raga memanglah masjid ini nampak semacam masjid mayoritas tetapi dikala menilik proses pembangunannya mengalami kalau salah satu material penyusun bilik masjid ini berasal dari putih telur tanpa memakai semen. Dan pembangunannya sendiri kabarnya memakan waktu sampai 40 tahun.

Vidal

E-mail : Vidal@gmail.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*